Lagu Populer dalam Sajian Vokal Grup

Samuel Christopher Kesuma 

9F / 19


Menyajikan Lagu dalam bentuk Vokal Grup

Penyajian lagu populer ke dalam bentuk vokal grup yang tentunya akan menambah variasi hasil lagu yang akan didengarkan nantinya. Vokal grup ini merupakan bentuk penyajian vokal yang lebih ekspresif dibandingkan paduan suara, karena dalam menyajikan vokal grup kita akan lebih mementingkan aspek keselarasan nada yang enak didengar dan lebih ekspresif bukan berupa partitur lengkap seperti aransemen lagu untuk kelompok paduan suara.

Menyajikan lagu secara vokal grup dituntut untuk kreatif dalam memberikan variasi vokal yang menambah manis komposisi lagunya.

1. Ciri-ciri vokal grup

- Vokal grup terdiri dari beberapa penyanyi, biasanya terdiri dari 3 sampai 10 orang.
- Aransemen vokalnya bebas dan dalam membawakan lagu sebuah vokal grup lebih dapat ekspresif, misalnya dengan memberikan
gerakan yang sesuai untuk menunjang makna lagu.
- Menggunakan improvisasi yang dominan.
- Vokal grup dapat diiringi musik atau tidak diiringi musik (acapella).

2. Aransemen Vokal

Aransemen lagu ini dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai
berikut:
A. Mencari melodi utama atau pokok dari lagu yang telah dipilih. Sumbernya dapat diambil dari format Mp3, CD, atau partitur lagu.
B. Mencari akor atau harmoni. Akor dapat ditemukan dengan bantuan alat musik seperti piano atau gitar.
C. Memecah suara. Untuk dapat memecah suara, diperlukan sedikit pengetahuan tentang akor, misalnya lagu dalam tangga nada
Do=C susunan solmisasinya sebagai berikut:
Tingkatan nada : 1  2  3  4  5  6  7  8
Nama notasi : C  D  E  F  G  A  B  C’
Solmisasi : do  re  mi  fa  sol  la  si  do

Akor yang digunakan dalam lagu Do=C berasal dari rangkaian nada di atas, setiap notasi akan menjadi not 1 dan untuk not 3 dan 5 dihitung secara berurutan dan jika dijabarkan sesuai dengan rumusan 1 3 5, maka susunan nada pada akornya sebagai berikut.


D. Memberi nada untuk setiap suara. Tahap ini merupakan kelanjutan dari poin c, yaitu memberikan not pada setiap suara, misalnya
dalam vokal grup akan dibagi 3 suara maka nada sudah tersedia berdasarkan akor yang dapat dilihat di tabel di atas. Sebagai contoh, akan dibuat vokal grup wanita dengan susunan 3 suara yaitu S, MS, dan A ((Sopran (S), mezo sopran 2 (MS), dan alto (A)). Jika melodi pokok atau utama lagu ada di sopran 1, maka sopran2 dan alto tinggal menggunakan nada yang belum digunakan di
akor tersebut sesuai dengan ketinggian nadanya.
S         do (melodi utama)
Ms      mi
A         sol (digunakan sol rendah)
Contoh pembagian suara untuk vokal grup pria adalah Tenor, Bariton, dan Bass. Proses pembuatan aransemen vokalnya hampir sama langkahnya dengan vokal grup wanita di atas.
Tenor       do (melodi utama)
Bariton    mi
Bass          sol (sol rendah)

E. Improvisasi lagu. Tahapan selanjutnya adalah mengemas sajian vokal grup lebih menarik, yaitu dengan membuat variasi nada pada melodi lagu di beberapa bagian saja dengan catatan pengembangan nada atau variasi nadanya harus tetap berjalan di akor yang sama. Variasi lainnya dapat dilakukan dengan menambahkan, misalnya intro dan akhir lagu yang menarik. Hal ini sangat tergantung pada kreativitas anggota vokal grup. Oleh karena itu, teruslah perbanyak perbendaharaan variasi nada dan improvisasi lagu dengan banyak mendengarkan karya vokal grup
yang terkenal dan bagus

Mengembangkan Ornamentasi Lagu Populer secara Vokal Grup


Mengubah lagu populer secara vokal grup pada kesempatan ini lebih kepada mengaransemen lagu populer menjadi lebih variatif. Tahapan mengaransemen sebuah lagu populer hendaklah dipilih lagu yang mempunyai pola melodi utama mudah dipahami bentuknya, kemudian
dipilih juga lagu yang dalam satu lagu tersebut hanya menggunakan tanda birama yang sama dari awal sampai akhir. Pola lagu seperti itu akan lebih mudah dikembangkan menjadi konsep sajian vokal grup.


1. Menentukan lagu pop yang akan digubah atau diaransemen

Tentukan lagu yang memiliki bentuk lagu yang sederhana berdasarkan:

Pola bentuk lagu yang mempunyai 2 bentuk, misalnya A dan B, A merupakan lambang untuk bait 1 lagu, B sebagai lambang untuk bait 2 dan apabila ada bait-bait berikutnya yang memiliki
pola berbeda dengan bait 1 dan 2 bisa menggunakan lambang C dan seterusnya. Penggunaan lambang tersebut dalam sebuah
rangkaian lirik lagu kedua bentuk ini bisa digunakan secara berurutan atau selang-seling atau berulang-ulang, misalnya A B A’ B’, A A’ B B’, atau A A’ B A’’A

2. Mengaransemen melodi utama menjadi konsep vokal grup

Tahapan aransemen atau mengubah ke
dalam sajian vokal grup sebagai berikut:

A. Intro
Intro merupakan melodi awal yang dinyanyikan sebelum masuk ke lagu intinya, intro ini dibuat untuk memberikan kesan yang lebih menarik dan lain dari lagu aslinya. Intro dapat diambil dari
penggalan bentuk lagu yang dianggap paling menarik di lagu tersebut atau bisa saja intro ini dibuat sendiri sesuai dengan keinginan arrangernya. Yang penting, melodi yang dibuat masih sesuai akornya dengan lagu intinya.

B. Pembagian tugas untuk variasi perbedaan suara
Pada tahap selanjutnya, kita harus membagi tugas bagian-bagian vokalnya untuk memudahkan membagi variasi suaranya. Biasanya, sebuah kelompok vokal grup terdiri dari lebih dari satu orang dan maksimalnya 10 orang. Dari jumlah anggota ini bisa ditentukan bagian-bagiannya berdasarkan penjelasan pembagian tugas yang telah dibahas di atas. Pembagian suara bisa ditentukan dari jenis suara setiap anggotanya, siapa yang memiliki wilayah suara lebih tinggi, sedang, atau rendah. Jangan memaksakan seseorang yang memiliki wilayah nada rendah dan diberi tugas menyanyikan nada-nada tinggi atau sebaliknya, karena pada dasarnya setiap orang memiliki wilayah nada sendiri-sendiri. Setelah dibagi tugas vokalnya, mulailah merencanakan variasi nada yang harmonis sesuai dengan akor lagu tersebut pada bagian-bagian bentuk lagu yang akan dipecah suaranya

C. Improvisasi
Setelah langkah tersebut dilakukan dan sudah mendapatkan kepastian bentuk pembagian suaranya, kita dapat memperindah sajian vokal grup ini dengan memberikan improvisasi atau pengembangan ekspresi yang tetap berpatokan pada akor lagunya walaupun biasanya keluar dari melodi utamanya. Improvisasi ini diberikan tidak di semua bagian lagu, tetapi hanya di beberapa bagian lagu yang memungkinkan untuk diberikan variasi nada, biasanya di bagian lagu dengan not panjang. Improvisasi dalam sebuah vokal grup haruslah dikomunikasikan dan direncanakan, agar improvisasi tidak diulang-ulang dan tidak bersamaan antarpenyanyi sehingga tujuan improvisasi, yaitu memperindah lagu bisa tercapai dengan tepat.

D. Akhir lagu
Bagian akhir lagu merupakan ajang kreativitas dari para personel vokal grup atau arranger vokalnya. Pada bagian ini diharapkan arranger vokal dapat menciptakan akhir lagu yang menarik, sehingga pendengar terkesan dengan keseluruhan lagu yang dibawakan dan mendapatkan kesan yang sulit dilupakan. Tentunya bagian ending ini memerlukan kreativitas tinggi. Akhir lagu bisa diambil dari salah satu melodi pada bagian lagu yang paling menarik dan memiliki aksentuasi yang tegas atau juga bisa keluar sama sekali dari pola melodi utama lagu, yang penting selalu sesuai dengan akor lagunya.

Rangkuman


Membuat sajian lagu secara vokal grup merupakan rangkaian kegiatan musik yang menyenangkan, karena di dalam proses pengubahannya membutuhkan kreativitas yang dapat membuat sebuah lagu populer satu suara menjadi lebih dari satu suara dengan variasi nada yang ekspresif sesuai kebutuhan lagunya. Mengaransemen vokal grup akan lebih mudah dengan cara menentukan peran vokal yang tepat sesuai dengan wilayah nada setiap anggotanya. Aransemen lagu untuk vokal grup lebih bebas dan ekspresif, hal ini dapat disesuaikan dengan kreativitas pengubahnya yang penting setiap improvisasinya selalu berjalan di jalur akor yang sama dengan lagu utamanya.

Komentar